Garam Termasuk Unsur Atau Senyawa

  • 2 min read
  • Oct 19, 2021
Garam Termasuk Unsur Atau Senyawa

Garam Termasuk Unsur Atau Senyawa

Pertanyaan:

Klasifikasikan apakah garam dapur termasuk unsur, senyawa, atau campuran

Pembahasan Soal:

Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan lagi, senyawa adalah gabungan dua atau lebih unsur berbeda, dan campuran adalah gabungan dua atau lebih zat berbeda, bisa senyawa dengan senyawa, senyawa dengan unsur, atau unsur dengan senyawa.

Natrium klorida, juga dikenal dengan garam dapur, atau halit, adalah senyawa kimia dengan rumus molekul NaCl.

Dengan demikian, garam dapur termasuk senyawa.

Garam Termasuk Unsur Atau Senyawa
Garam Termasuk Unsur Atau Senyawa

Perbedaan Unsur, Senyawa, dan Campuran

Dilansir dari kumparan.com

Menurut sifat kimianya, materi dapat dibagi menjadi unsur, senyawa, dan campuran. Materi merupakan sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Materi dapat berubah, baik secara fisik maupun kimia.

Unsur dan senyawa termasuk ke dalam kelompok zat tunggal, yang artinya tersusun atas satu jenis zat. Misalnya air, garam, besi, dan gula. Sementara itu, campuran adalah materi yang tersusun atas dua jenis zat atau lebih.

Sebelum mengetahui perbedaan antara unsur, senyawa, dan campuran, baiknya untuk ketahui pengertian ketiganya. Berikut uraian lengkapnya yang dirangkum dalam buku Sukses SNMPTN 2011 Kimia karangan Mohammad Riva Rahman dkk (2011: 13).

contoh campuran yang terdiri dari air dan gula. 

Unsur

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat dibagi lagi. Bagian terkecil dari unsur disebut dengan atom. Pengelompokan unsur dibagi menjadi tiga jenis, yaitu logam, semi logam/metaloid, dan non logam.

Contoh:

• Unsur logam: besi, seng, dan tembaga

• Unsur semi logam: silikon dan germanium

• Unsur non logam: karbon, nitrogen, dan oksigen

Senyawa

Senyawa adalah zat tunggal atau zat murni yang terdiri dari dua unsur atau lebih. Bagian terkecil dari senyawa adalah molekul.

Pengelompokan senyawa dibagi menjadi dua jenis, yaitu organik (mengandung karbon) dan anorganik (senyawa buatan dan senyawa alam).

Beberapa contoh senyawa yang ada dalam kehidupan sehari-hari, yaitu natrium klorida (garam dapur), sukrosa (pemanis gula), asam klorida (pembersih lantai), asam asetat (cuka makan), dan urea (pupuk).

Campuran

Campuran adalah penggabungan dua jenis zat tunggal atau lebih, tanpa disertai terjadinya reaksi kimia. Campuran dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

Campuran homogen

Campuran homogen, yaitu larutan serba sama yang memiliki ukuran partikel lebih kecil dan sangat halus, sehingga susah dibedakan.

Contoh campuran homogen adalah di dalam larutan sirup, terdapat dua penyusun larutan, yakni air dan gula. Air disebut pelarut, sedangkan gula disebut zat pelarut.

Campuran heterogen

Campuran heterogen, yaitu campuran kasar yang memiliki ukuran artikel relatif besar, sehingga komponen-komponen dalam campuran tersebut dapat dibedakan. Contoh campuran heterogen adalah air kopi (bentuk cair) dan campuran tepung dengan air (bentuk padat).

Perbedaan Unsur Senyawa Campuran

Sifat unsur, senyawa, dan campur dapat dibedakan berdasarkan jenis zat, jenis partikel, dan sifat asal zat penyusunnya. Berikut ini uraian perbedaannya yang dirangkum dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu untuk SMP Kelas VII karya Agung Wijaya dkk (2008: 96).

Unsur

Jenis zat: Zat murni (tunggal)

Jenis partikel: Atom

Sifat asal zat penyusun: Tetap sama

Cara penulisannya: Sesuai lambang atomnya

Cara memisahkan zat penyusunnya: Tidak dapat dipisahkan

Senyawa

• Jenis zat: Zat murni (tunggal)

• Jenis partikel: Molekul

• Sifat asal zat penyusun: Tidak ada lagi

• Cara penulisannya: Rumus molekul

• Cara memisahkan zat penyusunnya: Hanya dapat dipisahkan secara kimia

Campuran

• Jenis zat: Bukan zat murni

• Jenis partikel: Beberapa molekul dan atom

• Sifat asal zat penyusun: Masih tetap ada

• Cara penulisannya: Tidak ada

• Cara memisahkan zat penyusunnya: Dapat dipisahkan secara fisika